IHSG dibuka anjlok 4% saat rupiah dekati Rp17.700/US$
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 4% dan tembus di bawah 6.500 pada perdagangan awal pekan ini, seiring penurunan seluruh indeks sektoral.
Pelemahan indeks juga terjadi seiring rupiah yang kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Hingga pukul 10.00 WIB hari ini, nilai tukar rupiah telah mencapai Rp17.677/US$ menurut data Bloomberg. Rupiah sempat menguat dan bertahan di bawah Rp16.500 pada akhir perdagangan pekan lalu.
Dalam laporan IDNFinancials.com sebelumnya, sejumlah analis menilai tekanan pada IHSG berasal dari posisi rupiah yang terus melemah.
"Pelemahan rupiah menjadi faktor penting karena mempunyai potensi foreign outflow semakin masif," jelas analis BRI Danareksa.
Selain itu, review terbaru dari penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE juga dinilai menjadi sentimen negatif bagi saham Indonesia.
Sejumlah emiten dengan bobot terbesar di indeks MSCI dan FTSE pun kompak mencatat penurunan harga di pembukaan perdagangan.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat penurunan harga 2,38%, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 2,87%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 3,21%.
Nilai total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp7,78 triliun, melibatkan 14,65 miliar lembar saham.
Lebih dari 600 saham melemah, sekitar 80 saham menguat, dan sisanya stagnan. (*)
Sumber:idnfinancials.com
Pemkab Deli Serdang Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya
Sudah Sebulan Harga Ikan di TPI Lampulo Banda Aceh Anjlok, Hanya Dijual Rp 3.000 Perkilo
Bupati Deli Serdang Raih Penghargaan dari Civitas Akademika IPDN