AKPERSI Ingatkan Presiden Prabowo agar Tidak Menggeneralisasi Profesi Wartawan

Hasballah - Minggu, 26 Juli 2026 16:55 WIB
AKPERSI Ingatkan Presiden Prabowo agar Tidak Menggeneralisasi Profesi Wartawan

Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., mengingatkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar tidak menggeneralisasi profesi wartawan, jurnalis, maupun media dalam penyampaian pidatonya pada acara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menyinggung istilah "londo ireng".

Rino menegaskan, DPP AKPERSI menghormati Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Namun, ia berharap setiap pernyataan yang berkaitan dengan insan pers disampaikan secara proporsional agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap seluruh wartawan dan perusahaan media yang selama ini bekerja secara profesional.

"Tidak semua wartawan, jurnalis, maupun media adalah 'londo ireng'. Masih sangat banyak insan pers yang berjiwa nasionalis, idealis, berintegritas, dan profesional yang setiap hari menjalankan tugas jurnalistik untuk menjaga kepentingan bangsa, mengawal demokrasi, serta menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat," ujar Rino.

Menurutnya, pers memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi. Selain menyampaikan informasi kepada publik, media juga menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Rino menekankan bahwa kritik yang disampaikan wartawan berdasarkan fakta, data, dan kepentingan publik bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Kritik yang membangun merupakan bentuk kecintaan kepada bangsa dan negara. Wartawan yang profesional hadir untuk mengingatkan apabila terdapat kebijakan yang perlu dievaluasi demi kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh wartawan, jurnalis, perusahaan media, serta organisasi pers di Indonesia untuk terus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, menjaga independensi, profesionalisme, serta menyajikan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, DPP AKPERSI berharap hubungan antara pemerintah dengan insan pers terus dibangun melalui komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan memahami peran masing-masing dalam menjaga stabilitas nasional serta memperkuat demokrasi.

"Kami percaya Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen besar untuk membangun Indonesia. Karena itu, kami berharap seluruh wartawan, jurnalis, dan media yang bekerja secara profesional, nasionalis, dan idealis tetap diberikan penghormatan sebagai mitra strategis bangsa dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang objektif, berimbang, dan membangun," kata Rino.

Menutup pernyataannya, Rino menegaskan bahwa pers yang profesional bukanlah lawan pemerintah, melainkan mitra bangsa dalam menjaga demokrasi, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta mengawal pembangunan nasional.

"Wartawan, jurnalis, dan media yang berintegritas adalah aset bangsa. Pers yang merdeka, profesional, dan bertanggung jawab merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal demokrasi, menjaga persatuan, serta memastikan setiap kebijakan berjalan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat Indonesia," pungkasnya. (*)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru