IHSG Masih Rawan Terkoreksi, MNC Sekuritas Proyeksikan Peluang Rebound ke Area 6.782

Rahmat Rinaldi - Kamis, 25 Juni 2026 10:44 WIB
IHSG Masih Rawan Terkoreksi, MNC Sekuritas Proyeksikan Peluang Rebound ke Area 6.782

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek setelah ditutup melemah 3,56 persen ke level 5.883 pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Meski demikian, peluang pemulihan dinilai masih terbuka apabila fase koreksi mulai mereda.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pelemahan IHSG saat ini telah mencapai target koreksi yang sebelumnya diproyeksikan. Dari sisi teknikal, pergerakan indeks kini berada di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dan masih berada dalam fase korektif.

"IHSG masih melanjutkan koreksinya sebesar 3,56 persen ke level 5.883 disertai tekanan jual yang meningkat. Pergerakannya juga sudah berada di bawah MA20 dan telah mencapai target koreksi yang sebelumnya kami sampaikan," ujarnya dalam riset harian, Kamis (25/6/2026).

Menurut Herditya, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dalam wave [iv], sehingga masih terdapat potensi pelemahan lanjutan sebelum indeks mencoba membentuk fase pemulihan.

Dalam skenario tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi menguji area 5.723 hingga 5.847 sebagai zona koreksi berikutnya. Namun apabila tekanan mulai mereda, indeks masih memiliki peluang bergerak naik menuju kisaran 6.548 hingga 6.782.

MNC Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di area 5.784 dan 5.594, sedangkan level resistance berada di kisaran 6.286 hingga 6.459.

Di tengah tekanan pasar, MNC Sekuritas juga menilai sejumlah saham mulai menarik untuk dicermati apabila pelemahan berlanjut.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dinilai menarik setelah terkoreksi 1,08 persen ke level 3.650. Secara teknikal, pergerakan saham tersebut diperkirakan berada pada bagian dari wave (B) dari wave [A].

Selanjutnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masuk dalam daftar pemantauan setelah turun 7,46 persen ke level 4.590. Pelemahan tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya tekanan jual dan pergerakan harga yang telah berada di bawah MA20.

Adapun PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga menjadi perhatian setelah melemah 8,04 persen ke level 492. Berdasarkan analisis teknikal, posisi saham diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 2 dari wave (1) dari wave [C].

Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dinilai masih berpotensi mengalami tekanan lanjutan. Setelah turun 8,26 persen ke level 100 dan menembus MA20 serta MA200, saham tersebut diperkirakan masih berada pada awal wave 5 dari wave (C) sehingga risiko pelemahan masih perlu dicermati. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru