BUMI Rampungkan Divestasi 3,03 Persen Saham Citra Palu Mineral, Fokus Perkuat Strategi Diversifikasi
Jakarta – Emiten produsen dan eksportir batu bara termal, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mengumumkan telah menyelesaikan divestasi sebagian kepemilikannya di PT Citra Palu Mineral (CPM) sebagai bagian dari strategi penguatan fokus bisnis dan diversifikasi usaha.
Perseroan melepas 3,03 persen saham di Citra Palu Mineral dengan nilai transaksi mencapai 9,06 juta dollar AS atau setara sekitar Rp151,99 miliar.
Dalam aksi korporasi tersebut, BUMI menjual sebanyak 24.999 saham Seri A dan 927.236 saham Seri C CPM kepada entitas anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Manajemen menyatakan langkah ini merupakan bagian dari arah strategis perusahaan yang semakin menitikberatkan pengelolaan portofolio pada aset yang memiliki kepentingan pengendali dan potensi pengembangan dalam jangka dekat.
"Transaksi ini mencerminkan arah strategi Bumi Resources yang kini semakin berfokus pada aset-aset jangka dekat dengan kepentingan pengendali," tulis manajemen dalam keterangannya.
Melalui divestasi tersebut, BUMI memperoleh ruang yang lebih besar untuk melakukan realokasi modal ke berbagai inisiatif pertumbuhan yang dinilai sejalan dengan agenda diversifikasi perusahaan.
Meski melepas kepemilikan langsung di Citra Palu Mineral, perseroan menegaskan tetap memiliki eksposur terhadap kinerja perusahaan tersebut secara tidak langsung melalui kepemilikan saham di BRMS.
"Perseroan tetap memiliki eksposur tidak langsung terhadap kinerja CPM melalui kepemilikan sahamnya di BRMS," lanjut manajemen.
BUMI selama ini dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara dan minyak bumi dengan aktivitas yang mencakup penambangan, pengolahan, hingga pemasaran energi.
Selain memiliki basis operasi utama di Kalimantan Timur melalui Kaltim Prima Coal, perusahaan juga memiliki portofolio aset yang tersebar di berbagai wilayah dan komoditas.
Portofolio tersebut antara lain meliputi Dairi Prima Mineral di Sumatera Utara, Pendopo Energi Batubara di Sumatera Selatan, Gorontalo Minerals dan Citra Palu Mineral di Sulawesi, Arutmin Indonesia di Kalimantan Selatan, hingga aset migas di Republik Yaman melalui Gallo Oil.
Sebaran aset tersebut menunjukkan arah pengembangan bisnis BUMI yang tidak hanya bertumpu pada batu bara, tetapi juga memperluas eksposur ke sektor mineral dan energi melalui entitas anak usaha.
Sementara itu, dari sisi perdagangan saham, BUMI menutup perdagangan Senin dalam posisi stagnan di level Rp141 per saham, sama dengan penutupan sebelumnya.
Sepanjang sesi perdagangan, saham BUMI sempat menguat hingga menyentuh level Rp145 sebelum mengalami tekanan jual dan bergerak turun ke area terendah Rp139. Menjelang penutupan, saham kembali ke posisi Rp141 dan berakhir tanpa perubahan. (*)
Disclaimer: Artikel ini bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor dan sebaiknya didasarkan pada riset mandiri.
Asing Catat Net Sell Rp449,83 Miliar di Sesi I, BBCA Jadi Saham Paling Banyak Dilepas
Asing Masih Catat Net Sell Rp442,88 Miliar, BBCA Jadi Incaran Utama Investor Asing
IHSG Kembali Tergelincir di Bawah 6.000, Saham Energi Mayoritas Bergerak di Zona Merah
Lolos dari Penurunan Status, Pasar Modal Indonesia Masih Hadapi Ujian Berat dari MSCI
IHSG Masih Rawan Terkoreksi, MNC Sekuritas Proyeksikan Peluang Rebound ke Area 6.782