Forum Pemuda Remaja Masjid Dukung MBG, Ajak Masyarakat Kedepankan Adab dalam Kritik
Rizki Rivaldi - Selasa, 16 Juni 2026 18:24 WIB
Pekanbaru – Di tengah beragam kritik yang mengiringi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Forum Pemuda Remaja Masjid (FPRM) Kota Pekanbaru menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Program MBG dinilai memiliki dampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda Indonesia.
Ketua Forum Pemuda Remaja Masjid Kecamatan Rumbai, Muhammad Zaki, mengatakan MBG merupakan langkah strategis yang perlu mendapat dukungan seluruh lapisan masyarakat karena berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang.
"Kami dari Forum Pemuda Remaja Masjid Kecamatan Rumbai mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Muhammad Zaki dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas belajar dan produktivitas generasi muda di masa mendatang.
Selain menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah, FPRM juga menyoroti pentingnya etika dalam menyampaikan kritik di ruang publik. Hal itu disampaikan menyusul polemik pernyataan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Muhammad Zaki menegaskan bahwa pihaknya menghormati kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. Namun, menurutnya, kritik terhadap kepala negara tetap harus disampaikan dengan memperhatikan norma, etika, dan adab yang berlaku di tengah masyarakat.
"Kami menghormati kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. Namun, kami juga prihatin terhadap pernyataan saudara Tiyo Ardianto yang viral di media sosial karena dinilai tidak mencerminkan budaya ketimuran dan nilai-nilai adab yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia," katanya.
Ia menambahkan, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik yang disampaikan hendaknya bersifat konstruktif, didukung argumentasi yang jelas, serta tidak mengandung unsur yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.
"Sebagai masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi nilai adat dan budaya, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan adab dalam menyampaikan kritik. Berbeda pendapat adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai menghilangkan rasa hormat, sopan santun, dan persatuan yang menjadi kekuatan bangsa ini," tegasnya.
FPRM Pekanbaru juga mengajak generasi muda untuk menjadi teladan dalam membangun ruang diskusi yang sehat, santun, dan produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.
Menurut Muhammad Zaki, dukungan terhadap program-program yang bermanfaat bagi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan budaya kritik yang sehat. Karena itu, seluruh elemen bangsa diharapkan tetap menjaga persatuan dan mengedepankan nilai-nilai luhur budaya Indonesia dalam menyampaikan aspirasi.
"Kami mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama mendukung program-program yang bermanfaat bagi rakyat, sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan dengan mengedepankan adab, etika, serta nilai-nilai luhur budaya Indonesia dalam setiap penyampaian aspirasi dan kritik," pungkasnya. (*)
Sumber: Datariau
SHARE:
Tags
Berita Terkait
MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, APBN Bisa Hemat Rp50 T Setahun
Menteri Ekraf Tinjau SPPG di Pidie, Program MBG Harus Sukses
Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Kapolda Aceh: Pemuda Penentu Sejarah Berikutnya
Muslem S.Pd: MBG Untuk Siswa SMA Negeri 1 Sakti Tidak Basi dan Aman Dikonsumsi
Begini Adab Terhadap Hewan
Relawan GPK Deklarasikan Dukungannya untuk Illiza-Afdhal
Komentar